Monday, February 15, 2010

Jenis-Jenis Karangan (Persuasi, Argumentasi, Eksposisi)

Jenis-jenis karangan terdiri dari :
A. Narasi
B. Deskripsi
C. Argumentasi
D. Persuasi
E. Eksposisi

Tetapi pada kali ini saya akan menjelaskan tentang argumentasi, persuasi, serta eksposisi terlebih dahulu.

Argumentasi

Karangan ini ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan pembaca berisi gagasan, pendapat, atau tanggapan tentang suatu masalah. Karangan Argumentasi bertujuan mempengaruhi pembaca, sehingga pembaca akhirnya menyetujui bahwa pendapat keyakinan dan sikap penulis benar. Sama saja argumentasi disajikan dengan berdasarkan alasan dan bukti yang kuat sehingga mendukung pendapat atau tanggapan tersebut. Dengan menyertakan alasan dan bukti, pembaca yakin bahwa gagasan penulis adalah benar.
Dalam karangan Argumentasi meliputi data, grafik, statistik, fakta dan lain-lain pada paparan untuk menjelaskan suatu masalah.
Alasan adalah semua hal yang mendukung gagasan penulis, seperti penalaran, hasil penelitian, dan hukum sebab akibat. Sistematik digunakan sebagai bukti kuat dalam argumentasi. Bukti bisa berupa fakta, data, dan angka. Alasan dan bukti harus relavan dengan gagasan yang dikemukakan, selain harus masuk akal. Paragraf argumentasi diperlukan pada saat ingin mengemukakan suatu gagasan.
Alasan dan bukti harus ada agar pembaca yakin atau tidak meragukan apa yang ditulis. Contoh teks argumentasi antara lain artikel argumentasi (opini) dan karangan ilmiah.
Contoh :
Beberapa contoh tulisan yang memuat paragraf argumentasi antara lain :
1. Pentingnya mempertahan kan budaya tradisional (di dalamnya disertakan bukti-bukti kuat tentang budaya tradisional dan alasan mempertahankannya).
2. Budaya Barat bisa memberikan dampak negatif terhadap perkembangan budaya tradisional (di dalamnya disertakan dampak negatif budaya Barat beserta contoh-contoh dan alasan dari dampak negatif yang ditimbulkannya).
Pendahuluan atau pembuka pada paparan argumentasi berisi latar belakang dan sejarah persoalan, serta tujuan argumentasi. Sejarah persoalan biasanya digunakan memperkuat latar belakang yang melatar belakangi masalah.
Penutup atau pada akhir argumentasi biasanya menyimpulkan apa yang telah diuraikan sebelumnya.
*Sistematik : pengetahuan mengenai suatu sistem; susunan aturan


Eksposisi

Eksposisi ialah jenis karangan yang bertujuan menjelaskan sesuatu kepada pembaca sehingga memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. Karangan eksposisi ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan sesuatu, menguraikan sejarah atau asal mula suatu temuan, cara membuat sesuatu, menguraikan rincian atau penggolongan, dan memaparkan sesuatu yang memperluas wawasan pembaca. Pada karangan eksposisi terdapat data, grafik, statistik dan lain-lain pada paparan sama dengan hal layaknya argumentasi, tetapi pada eksposisi bertujuan untuk menjelaskan sesuatu. Serta pada paragraf eksposisi mengungkapkan fakta untuk menjelaskna objek. Paragraf eksposisi bisa dikembangkan dengan cara pengembangan proses dan pengembangan contoh.
Ada beberapa teknik pengembangan karangan eksposisi, seperti :
1. Definisi, (penjelasan, ditandai dengan kata-kata ialah, adalah, yaitu, merupakan, artinya, dan lain-lain);
2. Identifikasi (penjabaran suatu proses, seperti proses pembuatan suatu objek, langkah-langkah, urutan peristiwa secara lengkap);
3. Analisis (penguraian suatu temuan, sejarah, asal mula sesuatu secara lengkap);
4. Klasifikasi (menguraikan rincian atau penggolongan suatu objek ke dalam bagian-bagian yang lengkap);
5. Perbandingan (menjelaskan persamaan atau perbedaan antarobjek secara lengkap).

Persuasi

Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Bersifat membujuk, mengajak, mendorong, dan mempengaruhi pembaca untuk memiliki sikap atau melakukan suatu tindakan sesuai kemauan penulis. Penulisan paragraf persuasif bertujuan agar pembaca menyetujui dan mengikuti kemauan penulis. Untuk mencapai tujuan itu, penulis tidak menggunakan bentuk paksaan terhadap pembaca, melainkan menggunakan upaya untuk merangsang pembaca mengambil keputusan sesuai kemauan penulis. Salah satu upaya itu adalah menyajikan bukti dan alasan.
Ciri paragraf persuasif adalah terdapat kalimat-kalimat persuasif (kalimat yang bersifat membujuk, mengajak, dan mendorong) untuk mengikuti kemauan penulis. Biasanya terdapat kosakata ajakan, seperti ''marilah'' dan ''ayolah''.
Beberapa contoh tulisan yang memuat paragraf persuasi anatara lain :
1. Upaya menjaga kelestarian daerah wisata secara bersama-sama (di dalamnya disertakan alasan dan contoh kegiatan dalam mengajak pembaca melestarikan daerah wisata)
2. Memilih hutan lindung sebagai daerah wisata bagi para remaja (di dalamnya disertakan alasan untuk mendorong kegiatan tersebut).
Langkah-langkah menyusun persuasi :
1. Menentukan topik/tema
2. Merumuskan tujuan
3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4. Menyusun kerangka karangan
5. Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi

No comments:

Post a Comment